Puisi Rembulan Berselimut Kelabu
Puisi Rembulan Berselimut Kelabu
Puisi Rembulan Berselimut Kelabu

Puisi Rembulan Berselimut Kelabu

Puisi berselimut kelabu pagi buta sebatang pohon goresan aksara mati hakikat rasa kata kata tentang mengapa terbaik indah keheningan malam semilir udara segar merobek bergelombang sekeping harapan nyata dari jiwa

Puisi dan kata bijak. Puisi rembulan berselimut kelabu. Rembulan adalah  kata lain dari bulan dan kelabu adalah hal yang samar samar, atau antara warna hitam dan putih, Arti dari kata kelabu bisa masuk dalam jenis kata kiasan sehingga penggunaan kelabu bisa bukan dalam arti kata yang sebenarnya.

Rembulan berselimut kelabu, satu dari lima judul puisi di kesempatan ini, adapun masing masing judul puisinya antara lain.
  1. Puisi pagi buta
  2. Puisi sebatang pohon
  3. Puisi goresan aksara mati
  4. Puisi hakikat rasa
  5. Puisi rembulan berselimut kelabu
Salah satu penggalan bait dari lima puisi tersebut. "  bias terangmu bertanya pada keheningan malam semilir udara segar menikam, merobek rasa kala jantungku,bagai lautan bergelombang demi sekeping harapan nyata ku dendangkan dari dasar jiwa". Selengkapnya dari bait ini, disimak saja puisinya berikut ini.

PAGI BUTA
oleh: Angin Menguksik

Jengkal demi jengkal
langkah kaki menelusuri
jejalanan berumput hijau
pada pagi buta berkabut

semilir udara segar menikam
dingin terasa menghambat langkah
sentuhan embum-embun membasahi kaki

pada gelap pagi buta
telah tersemat jiwa membara
demi sekeping harapan nyata
yang tersimpan dalam jiwa

dalam bingkai pagi berkabut
kembali terlukis segenggam harap
demi wujud kemakmuran
telah merela demi impian
esok akan lebih berjaya

KENDAL
Sabtu,20/08/2016

Sebatang Pohon
oleh: Angin Menguksik

terlena malam panjang berhias bintang rembulan
berdiriku dibawah payung langit malam
aku bak sebatang pohon

sunyi berlagu,gemuruh angin
sebait sajak syair malam
dan ku dendangkan dari dasar jiwa
ku sendirian berteman malam

risauku mencabar,bagaikan belati merobek rasa
kala jantungku,bagai lautan bergelombang
dalam ceria nyata ini,adalah gerhana diri ini sesungguhnya

wahai langit malam,seberapa lama penantian tak berkepastian mendera langkah tak berkesudahan
seperti mati dalam bingkai keramaian

Kendal
sabtu,20 agustus 2016

Goresan Aksara Mati
oleh: Angin Menguksik

pengikat tali maya
menikam bait bernyawa
goresan aksara mati
layu terbang musnah

menghukum diri bersemadi
lari menghidar duniawi
bermesra alam sepi
temukan arti jatidiri

goresan aksara mati
telahpun menerangi alam tak bertepi
jiwa yang terusik
perlahan teduh seiring mentari silih berganti

kendal
sabtu,20/08/2016

Hakikat Rasa
karya: Kang Roni Petualang

pada merah lembayung senja
telahku sematkan syair asmara
pada jiwaku yang bergelora
pada langit kalbu dilamun cinta

seperti kumbang dimanja bunga
begitulah hakikat sebuah rasa
bicara manis berbingkai manja
jatuhku dalam peluk asmara

merah layar pada senja
untaian kata bak permata
biasnya menerangi persada
hakikat rasa yang bahagia

Kendal
Sabtu,20/08/2016

Rembulan Berselimut Kelabu
karya: Kang Roni Petualang

tak terpantau jejakmu,rembulan malam
desir angin meniup semu
sepucuk rindu tenggelam tak berkesudahan
kuterus mencari bayangmu

ketika cinta berkabut maya
risauku bak lautan tak bertepi bergelombang
seakan patah daun kemudiku

Rembulan berselimut kabut kelabu
tak terpancar bias terangmu
bertanyaku pada keheningan malam
hanya angin balasan terada

Kendal
Sabtu,20 agustus 2016
-----------------

Demikianlah puisi rembulan berselimut kelabu. Baca juga puisi karya dari Angin mengusik/Roni petualang yang kami update di blog ini, Semoga puisinya di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label aneka puisi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Saya Hanya orang biasa yang bersemangat mengenal dunia blogger, menyukai rangkaian kata. Tetapi tak terlalu mahir merangkai kata, karena sesungguhnya yang mahir merangkai kata dia seorang penya- .