Puisi cinta di persimpangan waktu
Puisi cinta di persimpangan waktu
Puisi cinta di persimpangan waktu

Puisi cinta di persimpangan waktu

Puisi kata bijak puisi Cinta di persimpangan waktu kata kata romantis menyetuh hampa puisi hijrah cinta puisi ziarah cinta puisi airmata darah kukubur semua kenangan dipelataran hatiku kutabur bunga duka

Puisi dan kata bijak, Puisi cinta di persimpangan waktu. Cinta merupakan perasaan seseorang terhadap lawan jenisnya karena ketertarikan terhadap sesuatu yg dimiliki oleh lawan jenisnya (contohnya sifat, wajah dan lain lain).

Dan untuk melanjutkan ketahap selanjutnya dibutuhkan pengertian serta saling memahami untuk bisa melanjutkan ketahap selanjutnya, haruslah saling menutupi kekurangan serta mau menerima pasangannya dengan apa adanya, tanpa pemaksaan dari salah satu pihak.

Cinta di persimpangan waktu, judul ini hanya kombinasi judul dua puisi dari beberapa puisi pendek dikesempatan ini. Salah satu penggalan bait dari puisinya. "Seperti debu yang terhempas oleh desiran angin, terbang jauh bebas tanpa arah, kuakhiri dan akan kukubur semua kenangan dipelataran hatiku kutabur bunga duka digundukkan kenangan" Selengkapnya dari bait ini, disimak saja puisinya berikut ini.


SUNYI DI MATAMU

By: siddiq A.B.

Taukah cinta bila kita bertemu
mata itu telah menipuku
dari jarak rindu kita dipertemukan
berada dalam dua cakarawala berbeda
maaf bila aku sunyi di matamu.

HAMPA

-sab-

Dengan meminjam bibir malam
kukecup seluruh kehampaanmu
tidurlah manisku
telah kurenggut duka
dari spepasang matamu.


DOA

Oleh: siddiq Al Bantany

Saat kupu-kupu menutup mata
itu tandanya malam telah tiba
bersama dengan itu kupanjatkan doa
semoga sang peri kecil senantiasa
menjagamu, hingga esok pagi tiba.


WAKTU

Karya: S.A.B

Selepas subuah, dicumbu penat,
Dosa lama kehidupan.
Detik pun kian berharga;
Serupa mutiara didasar samudra.
Tubuh lusuh, bergelut dengan wktu.
Kini tinggalah sesal,
yang terzolimi nafsu.


JUWITA

Oleh: sab

Selembar surat ini dariku, oh,, juwita
sebait, lima kata berlumuran cinta
kurangkai untuk penuang suka
pada keindahan matamu, bicara
oh, juwita kau membuatku terlena.

Jakarta, 9/9/2016


HIJRAH CINTA

Oleh: sab

Jiwaku larut terlena dalam bimbang
di ayun guguran daun yang mengering
hinggap dipelataran hatiku nan sendu
kutabur bunga duka digundukkan kenangan
di batu nisan mengukir kesendirian.

Banten, 9/9/16


DI PERSIMPANGAN WAKTU

-sab-

Seperti debu yang terhempas oleh desiran angin, terbang jauh bebas
tanpa arah, seperti itukah aku?
tenggelam dalam lautan airmataku sendiri,
berdarah dalam luka dan dukaku,
separah itukah aku karenamu?
dipersimpangan waktu,
aku selalu merasa sepi ditengah keramaian hidupku,
dan gugur seperti dedaunan kering tak berguna!


DI PERSIMPANGAN WAKTU II

-sab-

Dipersimpangan waktu yang terus mengejarku
aku tak tahu lagi harus melangkah kearah mana yang kutuju
aku tertatih-tatih menyusuri jalan egomu
tangga demi tangga cinta kudaki tanpa ragu
berharap masih ada sisa-sisa serpihan rindumu
yang tercecer disetiap anak tangga cintamu
kau semakin jauh dan jauh dariku
kau tinggalkan aku dengan sejuta tanyaku
dimana kemesraan yang dulu ada padamu
yang setiap saat kau berikan padaku
namun kini semua hilang musnah saat kau tinggalkan aku
tanpa kata dan sapa kau menghilang dariku
hanya perih yang kau berikan padaku
disaat aku butuh kasih sayang darimu


DI PERSIMPANGAN WAKTU III

-sab-

Penantian ku akan berakhir
setelah kau pergi sejauh ini tanpa kabar
aku selalu berharap akan sebuah keajaiban
aku menantimu seperti janji yang terucap
setelah setahun tanpa kabar, kau pergi.
mungkin, dipersimpangan waktu, harapan akan berakhir sampai disini.
kututup hati ini untukmu slamanya
kuakhiri dan akan kukubur semua kenangan.
semoga engkau bahagia dengan pilihanmu
kau yang terindah sepanjang hidupku
aku menyayangi mu dalam hatiku.


ZIARAH CINTA

-sab-

Dibatu nisan kuukir sendiriku.
Lara hatiku yang sunyi
tertinggal ujung usiamu.
Perih, tiada tempat untuk mengadu,
hanya air mata kerinduan
menggenangi ruang sepiku.
gamang, kuhidup tanpa dirimu.
makam lengang kuziarahi.
berilalang kurambahi.
semoga kau dalam lindungan-Nya.
ziarah cinta kutaburkan segala do'a.


ARTIMU BAGIKU

-sab-

bila hati sudah dipenuh prasangka
jadi lebih baik aku diam saja
menunggu, pada waktunya
agar dirimu mengerti
arti mu bagiku.


AIR MATA ATAU DARAH


hilang tintaku
kau hanya diam.
enggan,
menyapa pun pilihan,
kau sodorkan.
kupilih,
beranjak.
kau malah berikan
aku, sebilah pedang.
air mata,
atau darah, kau tawarkan?
---------------

Demkianlah puisi cinta di persimpangan waktu. Baca juga puisi puisi cinta yang lain kami update di blog ini, terima kasih sudah menyimak/membaca puisi puisi pendek dari Siddiq Al Bantany. Semoga puisinya menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak . Terima kasih sudah berkunjung.
Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Saya Hanya orang biasa yang bersemangat mengenal dunia blogger, menyukai rangkaian kata. Tetapi tak terlalu mahir merangkai kata, karena sesungguhnya yang mahir merangkai kata dia seorang penya- .