Puisi Dua Musim Hujan Malam
Puisi Dua Musim Hujan Malam
Puisi Dua Musim Hujan Malam

Puisi Dua Musim Hujan Malam

puisi Dua musim hujan malam sajak dua musim puisi malam puisi pendek hujan romantis tentang di malam hari dan rindu puisi Rembulannya menyatukan dua musim puisi hujan malam demikian puisi air mata dihempas angin Disaksikan bunga

Puisi Dua musim hujan malam. Di bawah langit, Rembulannya menyatukan dua musim, hujan ketika datangnya malam demikian kukatakan, air mata Jatuh dan dihempas angin, Disaksikan bunga dan didengar Tuhan. Merindukanmu adalah laksana cahaya yang tak hilang.

Rembulan Dua Musim
iLEne

Rembulannya menyatukan dua musim
 di dalamnya dua anak manusia sedang menghitung kumpulan lintang.
Menghitung dari kiri ke kanan menuju pertunangan fajar dan siang.
Angin mencampurkan rindu yang membelakangi garis-garis sunyi,
serupa adonan kue lezat dari seorang yang kusebut Nyai.
Kuhitung angka-angka yang cukup kerdil di dinding,
dijaga laba-laba hitam dan kumpulan semut di kaki pintu.
Aku menuju angka tujuh bulan ke sepuluh tahun lalu.
Ketika rembulan menyimak kita sengaja bertemu dan dijaga kumpulan lintang.
Tuhan, sengaja kulemparkan ranting ke aliran sungai yang menjalar ke tengah kota,
sebab baru kemarin aku dan dia bertanya.
Tentang ikan yang berc!nta mesti airnya keruh.
Sungguh.

Tegal, 19-9-2016

Mencintai Hujan
ILene

Aku mencintai hujan
Disaksikan langit dan didengar Tuhan
Mencintaimu adalah laksana bunga yang tak gugur

Aku merindukan hujan
Disaksikan bunga dan didengar Tuhan
Merindukanmu adalah laksana cahaya yang tak hilang

Aku mencintai dan merindukan hujan
Dengan demikian kukatakan

Tegal, 28-9-2016

HUJAN
ILENE

Di september ini hujan sering menjumpai kita
saling berteduh lalu meninggalkan ketakutan dan keterasingan
Sebelum kita tak akan lama mengenali angin yang mendayuh di dalamnya
Lihatlah dahan-dahan yang jatuh disertai kelembutan suara anak-anak burung
Tidak sekali takut

Hujan menjadikan kita lebih dekat dengan perpisahan yang setiap airnya menuju muara
Ditumbuhi bunga-bunga dan kupu-kupu berc!nta
Bilamana hujan mampu menceritakan tentang ketakutan dan keterasingan
Maka aku ingin mengikuti airnya yang bermuara

Tegal, 28-9-2016

Datangnya Malam
ILene A

Datangnya malam di bawah langit eropa
Ditandai dengan hujan air mata
Jatuh dan dihempas angin
Kelembutan apa yang membawanya turun
Kutanya kepada koala yang dibiarkan tanpa penjaga
Matanya menyambut kedatanganku
Aku dicurigainya sedang menunggu sepasang kunang-kunang
Ada yang hilang dan datang
Disambut angin malam di bawah gedung tinggi menjulang
Kuajaknya berhitung
Menghitung air mata di bawah langit eropa
Datangnya malam di bawah langit eropa
Dijemput luka
Aku digembalanya
Sampai tua

Tegal, 30-9-201

Demikianlah puisi Dua Musim Hujan Malam. Simak/baca juga puisi puisi yang lain ILene A (penyair kecil) di blog ini. Semoga puisinya di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label aneka puisi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Saya Hanya orang biasa yang bersemangat mengenal dunia blogger, menyukai rangkaian kata. Tetapi tak terlalu mahir merangkai kata, karena sesungguhnya yang mahir merangkai kata dia seorang penya- .