Puisi bumipun bergetar tertancap prasasti nisanku
Puisi bumipun bergetar tertancap prasasti nisanku

Puisi bumipun bergetar tertancap prasasti nisanku

puisi Bumipun bergetar puisi tertancap prasasti nisanku kata kata tentang mengapa cahaya indah terbaik puisi bias cahaya tongkat puisi Nisanku dalam pesona ukir prasasti berselaksa gulungan kureka

Puisi dan kata bijak, Puisi bumipun bergetar tertancap prasasti nisanku. Mungkin pembaca bertanya bagaimana arti dari kalimat ini, untuk lebih jelasnya, jawabannya ada pada bait bait puisinya di bawah, namun itulah sebuah puisi terkadanh penulisnya menggunakan kata kias dalam puisinya sehingga terkadang yang masing asing dengan puisi akan kebingungan.

Salah satu penggalan bait dari puisi ini. "bias cahaya tongkat peniti jalan, tercerna kini aku sedang memahat naskah naskah karyaku di wajah nisanku dalam pesona ukir prasasti Sudah berselaksa gulungan yang kureka". Selengkapnya dari bait ini, disimak saja puisinya berikut ini.

BUMIPUN GEMETAR TERTANCAP PRASASTI NISANKU
Karya : YO HERIE SUYIDNA

Di relung kabuku
Di simpul rasa hati terdalam
Aku sedang menanam sumber mata cahaya
Sebuah bias bias tuntunan
Tongkat peniti jalan bagi para putra Negri
Dalam bentuk pelita dan dian dian penerang
Tidak berwujud cair padat ataupun uap
Namun berupa roh jiwa yang hidup
Terselimut sutera karya pujangga
Tertatah dalam ukiran cerita dan sajak
Dalam mantra sastra
Roh jiwaku akan hidup kembali
Saat sang anak Negri mensᥱksamai
Mencerna melalui jendela kelopak matanya
Dan terserap ke dalam mata hatinya
Maka itulah Nisan Prasastiku
Gulungan gulungan sajak jerih payahku
Yang aku tulis dengan tanganku sendiri
Berisi bias cahaya tongkat peniti jalan, tercerna
Kini aku sedang memahat naskah naskah karyaku
Di wajah Nisanku dalam pesona ukir prasasti
Sudah berselaksa gulungan yang kureka
Kini terpatri dan bermatrei di brankas karya
Pesona kekuatan mantranya
Akan hidup dan tetap hidup
Walau ragaku mengabu di bumi
Namun Nisan Prasastiku memancarkan jiwaku
Bumipun gemetar oleh getar cengkeraman sang nisan
Dan saat itu
Rohku dalam wujud mantra sajak
Akan dilafat dari berjuta mulut
Hidup dan hijrah menjadi pedoman langkah
Maka pengendalian hidup berluhur budi
Tertuai dari hasil tanamanku kini

Kediri,12 Oktober 2016
YO HERIE SANG SENIMAN RENTA
------------

Demikianlah puisi bumipun bergetar tertancap prasasti nisanku. Simak/baca juga puisi puisi yang lain dari Yo Herie Suyidna di blog ini. Semoga puisinya di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label aneka puisi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Saya Hanya orang biasa yang bersemangat mengenal dunia blogger, menyukai rangkaian kata. Tetapi tak terlalu mahir merangkai kata, karena sesungguhnya yang mahir merangkai kata dia seorang penya-