Puisi Jangan Menangis Anakku
Puisi Jangan Menangis Anakku

Puisi Jangan Menangis Anakku

Puisi Jangan menangis anakku puisi untuk anakku tercinta anakku titipan Allah sabar hamba anak sholehah puisi sedih buat anakku cepat sembuh sepenggal ucapan semoga Biarkan kuhirup air matamu menjadi doa malamku Di hening mihrab-Nya

Puisi Jangan menangis anakku. Kalimat ini, mengisyaratkan memberi semangat kepada seorang anaknya, seperti kita ketahui anak bagi seorang ibu adalah permata hatinya, bunga bunga perjalanan hidupanya. tak ada ibu yang tega melihat anaknya manangus mereka pasti akan memberikan semangat, apalagi ketika Sang anak bersedih.

Jangan menangis anakku. betapa pentingnya seorang ibu, bagi anaknya, hingga terkadang ibu rela berbuat apapun bagi anaknya. itu lah mengapa kita sebagai anak tak boleh membuat Ibu bersedih, pengorbanan ibu pada anaknya, melebih jiwa dan raganya. Demi anank bagi seroang ibu apapun akan di lakukannya, makanyan kita sebagai anak harus banya terima kasih pada Ibu.

Begitulah sekilas tentang anak dan ibu, dibawah ini puisi mencerikan seorang dari ibunya, salah satu penggalan baitnya. "Aku mencintaimu duhai titipan Allah Bersabarlah sesabar-sabar hamba sholehah, Biarkan kuhirup air matamu Kan kugubah menjadi doa malamku Di hening mihrab-Nya". Selengkapnya dari bait ini, disimka saja puisinya berikut ini.

JANGAN MENANGIS ANAKKU
Karya : Srie Astuty Asdi

Aku mencintaimu duhai anakku
Buang selaksa resah bertalu
Menepuk dada menaruh cemburu
Raga terpisah dua hati kita menyatu

Aku mencintaimu duhai turunan jiwa
Jeruji suci menempatkanmu sementara
Tinggalkan megah dunia serasa terpenjara
Merupa dinding bertitian menuju Surga

Aku mencintaimu duhai titipan Allah
Bersabarlah sesabar-sabar hamba sholehah
Menaruh cinta hanya kepada khalifah
Menundukkan pandangan jauhi fitnah

Kutitipkan engkau pada sebaik-baik ajaran
Sebagaimana permadani malam kubentangkan
Halaqah sempurna seribu kebaikan
Dosa menjulang ke langit, semoga terhapuskan

Janganlah lagi menangis anakku
Biarkan kuhirup air matamu
Kan kugubah menjadi doa malamku
Di hening mihrab-Nya mendapati dua ruh bertemu

Kemilau Mata Bening
Makassar, 29/10/2016

MATAKU DAN ANAK-ANAKKU

Kita saling bertatap tanpa jenuh.
Merasai cinta sejati itu ada.
Di mataku engkau melihat surga.
Dan di matamu kulihat bidadari menjelma.
Dekaplah aku dan kurangkul dirimu, duhai anak-anakku.
Betapa akan engkau rasai aroma nirwana dari sepenuh kasihku.
Sedari mata hingga telapak kakiku.
Jua pelukmu kurasai sehangat lingkar tangan-tangan bidadari.
Sungguh ... semesta cinta ini, jaga dan tempatkanlah di sanubari.
Khatamkan sabda-sabda-Nya di hati.
Kelak, dengan Bismillah : kita kan tuai sebagai ratu-ratu di taman firdausy.

Kemilau Mata Bening
Makassar, 10 Maret 2017
---------------

Demikianlah puisi jangan menagis anakku. Simak/baca juga puisi puisi yang lain Kemilau Mata Bening di blog ini. Semoga puisi tentang anak di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Saya Hanya orang biasa yang bersemangat mengenal dunia blogger, menyukai rangkaian kata. Tetapi tak terlalu mahir merangkai kata, karena sesungguhnya yang mahir merangkai kata dia seorang penya-