Puisi masih tentang hujan
Puisi masih tentang hujan

Puisi masih tentang hujan

Puisi tentang hujan kepada hujan puisi hujan pendek malam dan rindu turun deras di sore hari kenangan pagi hari ketiha reda Suara hatiku mawarku Lirih hati menanyakan nasib Aku hanyalah air dalam kubangan hampa diantara gigil

Puisi dan kata bijak, puisi masih tentang hujan. Hujan merupakan proses kondensasi uap air di atmosfer menjadi butir air yg cukup berat untuk jatuh, ke bumi, dan umumnya tiba di daratan. hujan merupakan masa dalam suatu tahun yg terjadi selama satu atau beberapa bulan, dan hujan adalah air yang jatuh kebumi yang sering menjadi objek dalam bait bait puisi,

Berkaitan dengan kata tentang hujan, berikut ini beberapa puisi tentan hujan adapun maisng masing judul puisinya antara lain.
  1. Puisi kepada hujan
  2. Puisi masing tentang hujan
  3. Puisi river flow in you
  4. Puisi ketika jeda hujan
Salah satu penggalan bait dari keempat puisi tersebut, "Suara hatiku kepadanya Disaat mawar yang aku pegang ini layu tangkai daun masih muda, Lirih hati menanyakan nasib Aku hanyalah air dalam kubangan yang bau Menguak hampa diantara gigil". Selengkapnya dari bait ini, disimak saja puisinya berikut ini.

Kepada Hujan

Kepada hujan yang menyentuh sendu
Adalah aku yang mendambakannya
Adalah aku yang ingin membagi separuhku untuknya
Adalah aku pula yang ingin bersandar, mengucapkan janji suciku untuknya

Kepada hujan yang berbisik lirih
Bisikan juga suara hatiku kepadanya
Disaat mawar yang aku pegang ini layu
Disaat tangkai daun masih muda
Disaat kain masih putih
Disaat hujan hanya merintik lembut

Kepada hujan yang menyapu jejak itu
Tenggelamkan aku yang dulu
Bersama waktu yang berdebu
Bersama tinta merah yang bertumpahan
Bersama retak-retak yang lama
Bersama luka yang belum sempat sembuh
Bersama lamunan yang mengganggu tidurku

Kepada hujan yang basah
Aku ingin bermandikan manis
Aku ingin basah karenanya
Aku ingin basah bersamanya
Hanya dia, aku kepadanya

Nova Saefudin
Cirebon, 23 Oktober 2016

Masih tentang hujan

Karena kau dan hujan itu sama..
Datangnya slalu ku rindukan, meskipun pada akhir menyakitkan..
Kala itu airmataku dan airmata langit bersatu..
Oh hujan, slalu ada cerita tentangnya ketika kau menetes..
Kau itu hujan, dan hujan itu aku..

Rintik Hujan
Salatiga, 26-11-2016

River Flow In You
Nova Saefudin

Fajar itu masih hitam
Aku berdiri bersama sepi
Lirih hati menanyakan nasib
Aku hanyalah air dalam kubangan yang bau

Menguak hampa diantara gigil
Tak ada siapapun yang tau
Hingga rintik berjatuhan menatap pilu
Fajar masih saja memasang wajah kusam

Aku hanya seonggok daging nista
Menguak hampa dalam gigil
Meraba setiap jengkal air mata
Hanyutlah dalam keadaan membusuk ke arah sungai itu

Ketika Jeda Hujan
iLene

Waktu itu. Iya waktu itu
kubaca jeda hujan yang menggoreskan telinga
ketika kujumpa perempuan dipayungi hujan sebelumnya
digenggam tangannya tampak sepucuk surat
sambil dilihatnya kudengar dia berkata
' selagi hujan kutanggalkan rindu yang menjadi abu '
biar pergi selagi sendiri
sendiri tidaklah hanya menunggu
waktu itu.iya waktu itu

Tegal, 7-11-2016
-----------

Demikianlah puisi masih tentang hujan . Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label aneka puisi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Saya Hanya orang biasa yang bersemangat mengenal dunia blogger, menyukai rangkaian kata. Tetapi tak terlalu mahir merangkai kata, karena sesungguhnya yang mahir merangkai kata dia seorang penya-