PUISI MEMBEDA
PUISI MEMBEDA

PUISI MEMBEDA

Puisi dan kata bijak puisi Membeda puisi isllami terbaik Sungguh mereka terlahir dalam tangisan yang sama Pun mereka terlahir dalam ketidakberdayaan yang sama Lihatlah mereka berpijak di bumi yang sama

Puisi dan kata bijak. puisi membeda. Membeda bedakan manusia berdasarkan warna kulit ras agama merupakan sikap yang diskriminʌtif. serta sikap tak terpuji dikarenakan indonesia memiliki keragaman budaya adat istiadat ras dan kulit. indonesia sangat menentang sikap ini dikarenakan indonesia terdiri dari berbagai macam ras dan suku

Sikap terpuji adalah tidak membeda-bedakan, karena itu sifat yang diskriminʌtif, yang di larang agama dan juga dalam bernegara, sifat ini biasa juga di sebut diskriminʌsi. bahkan membeda bedakan nabi dan rasul tergolong kedalam orang yang, memacing perselisihan, karena apa- bila hal tersebut dilakukan oleh para pemeluk dari dua kepercayaan , maka pasti akan menjurus kepada pelecehan serta penghinaan terhadap salah seorang Nabi. serta akan menyeret pada pertengkaran maupun perselisihan.

Mungkin begitulah sekilas tentang kata membeda judul puisi di kesempatan ini, salah satu penggalan baitnya. "Sungguh mereka terlahir dalam tangisan yang sama Pun mereka terlahir dalam ketidakberdayaan yang sama Lihatlah mereka berpijak di bumi yang sama". selengkapnya disimak saj puisinya berikut ini.

MEMBEDA
Adhy Saputra

Fulan bin Falan bin Filin bin Fulin bin Filun bin Fulun bin Filon
Ana bin Ane bin Ano bin Anu bin Ono bin Ona bin Filon
Menujuh turunan dua silsilah berleluhur sama
Nasab mereka bertemu di Filon bin …. Bin …. dan seterusnya bin Adam as

Lantas apa yang membeda?
Ilmu yang tinggikah?
Birunya darahkah?
Derajat yang tinggikah?
Jabatan atau kedudukan yang tinggikah?
Kulit yang hitamkah?
Kulit yang putihkah?
Postur yang pendekkah?
Bahasa yang beragamkah?
Suku yang bermacam-macamkah?
Penguasa yang dihormatikah?
Atau cuma hanya rakyat jelatakah?

Sungguh mereka terlahir dalam tangisan yang sama
Pun mereka terlahir dalam ketidakberdayaan yang sama
Lihatlah mereka berpijak di bumi yang sama
Berteduh di bawah naungan yang sama
Lantas mengapa sebagian mereka merasa lebih hebat dengan sebagian lainnya?
Bukankah mereka tersapa ajal oleh malaikat yang sama!
Lalu kembali ke tempat yang sama dimana mereka berasal!
Lalu mengapa tetap saja mereka tetap menyombongkan dirinya?
_________
Sungguh setetes air hina yang sama
Lalu mengapa mereka merasa terpuja??
≠=================================

Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mʌni), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata! (QS. yasin: 77)

Demikianlah puisi membeda. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label puisi religi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Saya Hanya orang biasa yang bersemangat mengenal dunia blogger, menyukai rangkaian kata. Tetapi tak terlalu mahir merangkai kata, karena sesungguhnya yang mahir merangkai kata dia seorang penya-