Puisi catur pandita raja
Puisi catur pandita raja

Puisi catur pandita raja

puisi Catur pandita raja puisi pandita puisi raja kata kata bijak tentang guru puisi Ibu pertiwi berduka kehilangan wibawa ibu kota rata dengan tanah ratap tangis tak terperi nusantaraku porak poranda

Puisi dan kata bijak, Puisi catur pandita raja. Menurut hasil penelusuran bersama simbah pintar, Pandita berarti orang yg telah mencapai kebebasan jiwa, yg segala pekerjaannya tak lagi meninggalkan ikatan- ikatan keduniawian dikarekan dia terbebas menuju kelepasan. begitulah yang didapatkan dari pentunjuk simbah pintar.

Catur pandita raja dua puisi karya dari Ms Sang Muham di kesepamtan ini, adapun masing masing judul puisinya. antara lain
  1. Puisi catur pandita raja
  2. Puisi catur pandita raja, bumi pertiwi berduka
Salah satu penggalan baitnya. Ibu pertiwi berduka kehilangan wibawa ibu kota rata dengan tanah ratap tangis tak terperi nusantaraku porak poranda sang mentri enggan menuturkan kebenaran logika seperti lebah di rusak sarangnya". Selengkapnya dari bait ini, disimak saja puisinya berikut ini,agar lebih mengerti arti catur pandita raja.

CATUR PANDITA RAJA
Karya MS Sang Muham

Men0nton pᥱrmainan catur
langkah kuda menyilang di ubun-ubun bangsa
mahkota raja tergeletak di trotoar Jakarta

para bidak merangsek mengumbar hasrat
perwira berniaga di kepala naga
sang mentri enggan menuturkan kebenaran

jalan ini menuju remis
sebab semua sudut di kawal bangsa lelembut
pandita raja kehilangan wibawa
jual telur pada pengemis kota
di balik pagar ketika malam gelap gulita

#Billymoonistanaku, Kamiswage-sore, Nov 10/2016 = 18:18 wib

CATUR PANDITA RAJA, IBU PERTIWI BERDUKA
Karya MS Sang Muham

Kemarin pertandingan remis ada hujan gerimis
mestinya kuncung tiga langkah kedepan
seribu pion mengepung alun-alun

paduka raja terancam
perdana menteri mengambil posisi lurus dengan istana
dua kuda mengahadang jalan terbuka

paduka raja ambil ancang-ancang menyambangi punggawa
benteng bocor di sulam dengan garam
anak ayam di umpan di pinggir sarang elang
ular sanca mematuk dirinya sendiri

musang putih berbaris berlagak pagar nusa
ular cobra menunggu giliran sehabis hujan
pion kehilangan logika seperti lebah di rusak sarangnya
mengamuk membabi buta mengobrak abrik apa saja
api menyala dari desa merambat hingga pusat kota

ibu kota rata dengan tanah ratap tangis tak terperi
nusantaraku porak poranda
ibu pertiwi berduka

#Billymoonistanaku, Minggupahing-malam, Nov 13/2016 = 18:18 wib
---------------

Demikianlah puisi catur pandita raja. Simak/baca juga puisi puisi yang lain Karya Sang Muham di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Saya Hanya orang biasa yang bersemangat mengenal dunia blogger, menyukai rangkaian kata. Tetapi tak terlalu mahir merangkai kata, karena sesungguhnya yang mahir merangkai kata dia seorang penya-