Puisi cerita itu hanya sebuah buku
Puisi cerita itu hanya sebuah buku

Puisi cerita itu hanya sebuah buku

puisi cerita itu hanya sebuah buku kata kata tentang mengapa Jangan diam membiru bisu Adalah heningkan pikir itu pada damai Yang tenang yang tenteram Disanalah letaknya

Puisi dan kata bijak, Puisi cerita itu hanya sebuah buku. Pengertian Cerita adalah rangkaian suatu peristiwa yang disampaikan, baik peritiwa tersebeut berasal dari kejadian nyata ataupun peristiwa tidak nyata.

Cerita berdasarkan kamus bahasa indonesia cerita adalah tuturan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu hal (peristiwa, kejadian, dan sebagainya), atau karangan yang menuturkan perbuatan, pengalaman, atau penderitaan orang; kejadian dan sebagainya (baik yang sungguh-sungguh terjadi maupun yang hanya rekaan belaka), lakon yang diwujudkan atau dipertunjukkan, cerita juga biasa di sebut dongeng dan omong kosong.

Berkaitan dengan cerita, cerita itu hanya sebuah buku, judul puisi dikesempatan ini, salah satu penggalan baitnya. "Jangan diam membiru bisu Adalah heningkan pikir itu pada damai Yang tenang yang tenteram Disanalah letaknya Keterasingan menjadi hal keindahan pikiran". Selengkapnya dari bait ini, disimak saja puisinya berikut ini

CERITA ITU HANYA SEBUAH BUKU

Aku pernah merasakan "rindu yang sunyi"
Aku pernah mengalami "keretakan hati"
Dimana ramai menjadi sepi
Dimana waktu seakan terhenti
Hanya kosong yang hadir

Hanya dingin yang mengukir
Lembab jiwa ini
Pada keringnya kehidupan
Yang di atasnamakan "putus asa"

Inilah hidup dalam kehidupan
Akan ada saat kita merasakan
Satu hari
Satu waktu
Dimana kita akan melaluinya
Jalan itu
Seperti hari ini dan kemarin

Sehingga, jika pun suatu hari
Purnama menjadi gerhana
Bahagia menjadi nestapa
Tidaklah engkau berputus asa
Disana akan menunggu hari esok
Yang sudah pasti datang
Dalam diamnya waktu

Jangan ramai berkata
Jangan diam membiru bisu
Adalah heningkan pikir itu pada damai
Yang tenang yang tenteram
Disanalah letaknya
Keterasingan menjadi hal keindahan pikiran

Diamlah sejenak,
Pada waktu yang mengalir
Biarkan detik itu menerobos
Sehingga lalu dan berlalu
Dan kau pun tersenyum
Menertawai kebodohan diri

Di saat sendiri memang sepi
Namun ketika ramai tidak berarti
Untuk apa suara-suara itu menyumbangkan 'geli'
Telinga ini tuli

Aku pernah merasakannya
Saat lalu, dimana waktu itu telah berlalu
Dan kini, di saat ini
Mungkin aku malu untuk mengakui
Bahwa saat emosi menguasai diri
Niscaya - kepintaran mu hilang di kendali

"Jangan pernah berpikir demikian, tetapi pikirlah kemudian"

Hony
November, ke 17 2016
--------------

Demikianlah puisi cerita itu hanya sebuah buku. Simak/baca juga puisi puisi yang lain Hony di blog ini. Semoga puisinya di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Saya Hanya orang biasa yang bersemangat mengenal dunia blogger, menyukai rangkaian kata. Tetapi tak terlalu mahir merangkai kata, karena sesungguhnya yang mahir merangkai kata dia seorang penya-