Puisi pergi kau
Puisi pergi kau
Puisi pergi kau

Puisi pergi kau

puisi pergi kau puisi Sampah kehidupan bau busuk menyumbat lubang tenggorokkan lalat riuh menggelar pesta tinggalkan belatung ergilah hancur luruh kesetiaanku tak sanggup menyebutmu

Puisi dan kata bijak. Puisi pergi kau. Judul ini kalimat yang biasa di pergunakan ketika sesorang merasa hatinya tak senang atau ketika seseorang dalam keadaan jengkel, seperti pergi kau tak usah kembali, pergi saja kau keujung dunia.nampak sekali jika kalimat ini sarkasme.

Pergi kau ke ujung dunia dehidrasi di gurun sahara untuk selamanya, kalimat ini mengusir dan tak menginginkan kepada seorang untuk kembali lagi kepadanya, seperti kita tahu kalimat d atas adalah penggalan dari lirik suatu lagu yang populer di jamanya, lirik ini mengisaratkan sutu kemarahan,

Pergi kau, judul ini satu dari dua puisi di kesempatan ini, adapun masing masing judul puisinya antara lain.
  • Puisi rawa
  • Puisi pergi kau
Salah satu penggalan baitnya. "Sampah kehidupan bau busuk menyumbat lubang tenggorokkan lalat riuh menggelar pesta tinggalkan belatung di mana mana, pergilah hancur luruh kesetiaanku tak sanggup menyebutmu jʌlang apa lagi binʌtang". Selengkapnya dari bait ini disimak saj apuisinya berikut ini.

RAWA
Husain Ismail

Aku hanyalah lumpur yang hitam
mengendap dalam rawa rawa yang kelam
berteman seribu ikan di air keruh
tak sekuntum teratai tampak tumbuh

Bertebaran sampah sisa kehidupan
bau busuk menyumbat lubang tenggorokkan
selaksa lalat selalu riuh menggelar pesta
tinggalkan belatung di mana mana

Yang aku tahu,....
Jutaan mulut yang melintas percikkan ludah
jutaan hidung di tutupi tahankan muntah

Bahkan katakpun pergi menjauh
hari hari yang ku selami tak pernah ramah
wabah pun datang bersama limbah

Karawaci,221116, Husain Ismail

PERGI KAU !!!
Husain Ismail

Biarkan aku sendiri
ku tahu engkau letih hidup di sisiku
mungkin telingamu pedih dengar nasehatku
tolong jangan kau bakar dendam di hatimu

Pergilah!!
Meski hancur luruh kesetiaanku
aku tak sanggup menyebutmu jʌlang
apa lagi binʌtang

Tak setitikpun bara kebencianku
ikut memerciki amarahku
meski sakitku tak mampu untuk ku tampung

Ku pertaruhkan sisa nafasku pada kesunyian hari
aku telan terik nya mentari
aku santap hening dan bisu malam
engkau dermaga nafkahku satu
asik memagut badai asmara

Pergilah,..
Biarkan aku sendiri.
Biar ku lucuti takdir ku di sini
diambang sepi di ujung hari

Jakarta,221116, Husain Ismail
-----------------------

Demikianlah puisi pergi kau. Simak/baca juga puisi yang lain karya Husain Ismail di blog ini. Semoga puisinya di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Saya Hanya orang biasa yang bersemangat mengenal dunia blogger, menyukai rangkaian kata. Tetapi tak terlalu mahir merangkai kata, karena sesungguhnya yang mahir merangkai kata dia seorang penya-