Puisi kali ini aku yang bod0h
Puisi kali ini aku yang bod0h
Puisi kali ini aku yang bod0h

Puisi kali ini aku yang bod0h

puisi kali ini aku yang bertapa Aku mafhum tentang cinta sejati terpendam patah hati kehidupan kalau kau ini ingin pergi Tak usahlah kau bersalaman dengan kawanmu kelak nanti kalian akan bergabung dalam liang sama setelah buang hajat

Puisi dan kata bijak. puisi kali ini aku yang bod0h. Pengertian bod0h adalah kata sifat yang mendeskripsikan keadaan di saat seorang tak menyadari sesuatu hal, namun masih memiliki kemampuan untuk memahaminya. Secara umum didalam kehidupan sehari- hari Penggunaan istilah bod0h sering kali bermakna sebuah ucapan penghinʌan yg merendahkan kualitas kecerdasan seorang. Jadi mulai sekarang hidari menggunakan kata tersebut, karena memang tak elok didengar apa lagi di baca.

Jika biasanya kali ini tidak ada yang mencari cinta. maka kali ini aku yang bod0h, satu dari dua judul puisi di kesempatan ini adapunmasing masing masng judul puisinya antara lain:
  1. Puisi bertapa
  2. Puisi kali ini aku yang bod0h
Salah satu penggalan baitnya."Aku mafhum kalau kau ini ingin pergi Tak usahlah kau bersalam-salaman dengan kawanmu kelak nanti kalian akan bergabung dalam liang yang sama setelah buang hajat, bagaimana kau memancing ikan-ikan kecil". Selengkapnya adari bait ini, disimak saja puisinya berikut ini.

Bertapa
Karya: Satria Panji Elfalah

Pagi ini ..
Aku tengah bertapa bersama gemericik air ketuban bumi yang menjejali ember ..
Sambil menghela napas berulang kali dengan penuh perjuangan hingga ke darah daging ..
Namun tak satupun yang beranjak dari peraduan ..
Hanya mengintip malu-malu lalu bersembunyi kembali ..

Ayolah, aku mafhum kalau kau ini ingin pergi ..
Tak usahlah kau bersalam-salaman dengan kawanmu ..
Toh, kelak nanti kalian akan bergabung dalam liang yang sama ..
Ayolah, segera angkat sauh dari peraduanmu ..
Terjunlah ke medan pusaran air di bawahku ini ..
Tak usah pakai atribut partai yang mengusungmu, entah itu Partai Mulas Sejahtera atau Partai Sakit Perut ..

Keram melanda lututku karena terlalu lama bertapa ..
Namun tiada hasil yang kudapatkan ..
Kecewa menghantam dada ini ..
Namun apalah dayaku, jika memang tak ingin, tak bisa dipaksakan ..
Akhirnya kuputuskan untuk menyudahi bertapa rutinku tiap pagi ..
Semoga saja mereka tak datang mengusung partai baru, Partai Berak di Celana ..

Serang, 6 Desember 2016.

Kali Ini, Aku Yang Bod0h
Karya: Satria Panji Elfalah

Seperti selendang mayang di angkasa ..
Kau tak pernah diam ..
Selalu beranjak setiap saat hingga lelahku mengendap dalam anak-anak Mona yang getir ..
Mengejarmu pun tampaknya hanya seperti menyambung senar Rosita yang pernah putus ..

Rawan runtuh dan memecut jemariku kala memetiknya ..
Karena kau selalu menyambutku dengan kipas bulu merakmu ..
Namun sekejap itu pula kau menjadi kosong ..
Tiada jiwa, tiada raga, hanya ada aroma ..

Hingga berbusa-busa jemariku menuliskan sajakku untukmu ..
Kau hanya sumringah sebenderang rembulan yang bertahan sejenak ..
Kemudian hilang, menjadi petang tiga puluh ..

Pernah kuminta sejumput senyummu untuk kuronce bersama dentingan dawai Rosita ..
Namun yang kau beri hanya serpihan dan sobekan sajakku ..
Berserakan, centang perenang persis jeroannya binʌtang ..

Kali ini, aku yang bod0h ..
Tetap menantimu melabuhkan sauhmu di dermaga hati ini ..
Melihatmu berdiri di haluan setelah buang hajat di palka ..
Membayangkan bagaimana kau memancing ikan-ikan kecil di buritan ..
Dan turun dari temali yang terjalin di lambung kapalmu ..

Bod0h!
Ya, aku bod0h!
Masalah?

Serang, 9 Desember 2016.
------------

Demikianlah puisi kali ini aku yang bod0h. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Saya Hanya orang biasa yang bersemangat mengenal dunia blogger, menyukai rangkaian kata. Tetapi tak terlalu mahir merangkai kata, karena sesungguhnya yang mahir merangkai kata dia seorang penya-