Puisi Pantulan Lentera Rindu
Puisi Pantulan Lentera Rindu

Puisi Pantulan Lentera Rindu

puisi pantulan lentera rindu puisi lentera rindu puitis singkat kehidupan puisi romantis singkat buat pacar patah hati tentang ibu kata mutiara cinta tentang sahabat sinar temaram memantulkan cahayanya puisi garis tanpa batas

Puisi pantulan lentera rindu. Rindu adalah perasaan yg datang atau tibatiba muncul saat kita menginginkan sesuatu yg pernah ada dalam kehidupan atau mendambakan suasana yg pernah terjadi di masa lalu, namun kini telah pergi dan menghilang.

Rindu merupakan mengharapkan kembali seorang yg pernah ada didalam hidup  seperti kekasih teman keluarga dan lain sebagainya, lalu menanti kedatangannya dan ingin segera bertemu melepaskan rasa resah yang melanda.

Rindu artinya perasaan mengharap kembali yang biasa terjadi dihidupan , Yaitu hal-hal yang menyenangkan, suasana yg menggembirakan, keadaan yang nyaman, seseorang yg menarik hati atau apapun yg menakjubkan akan tetapi tak bisa lagi di nikmati.

Pantulan lentera rindu judul ini hanya kombinasi dari beberapa puisi rindu di kesempatan ini, adapaun masing masing judul puisinya antara lain.
  • Puisi garis batas
  • Puisi pantulan kisah
  • Puisi lentera rindu
  • Puisi rindu madu / peluru
Salah satau penggalan bait dari keempat puisi tersebut. "Rindu itu seakan sinar yang temaram, di antara pijaran samar yang membias, memantulkan cahayanya walau terbius angin memadamkan, waktu tak dapat di putar atau di arahkan sesuai kemau-an garis tanpa batas". Selengkapnya dari bait ini, disimak saja puisinya berikut ini.

GARIS TANPA BATAS

Adalah waktu
Seakan sebuah lorong yang tak berujung
Di sana memanjang ikatan yang tak pernah putus
Tak ada simpul yang mengikat sehingga apa yang harus di lepas
Waktu seperti sebuah ruang tanpa pintu
Seperti bilik tanpa jendela
Kosong dan hampa
Hanyalah suatu benda yang memasukinya
Adalah udara di sana
Angin yang menetap bukan yang bertamu
Sehingga waktu tak dapat di putar atau di arahkan sesuai dengan kemau-an
Adalah selepasnya-seinginnya
Adalah sesuai dengan takdirnya yang hilang
Tidak tersentuh walau tak tersembunyi
Waktu adalah takdir semesta
Yang menggaris bawahi kehidupan
Bahwa pada saatnya ia akan melingkari sebuah kejadian 'dari'
Itulah waktu-

Hony
Dec 04-2016


PANTULAN KISAH

Untuk sebuah kisah yang pernah singgah
Aku nyatakan "kau begitu indah"
Untuk penyesalan yang pernah hampir menyesatkan
Aku nyatakan "kau begitu mengingatkan"

Pada kehidupan yang sesaat tenggelam
Tetapi kembali terapung
Pada kehidupan yang sesaat kelam
Tetapi kembali bersinar

Hanya karena sebuah cerita
Yang pernah hampir membuat gila
Tetapi kini di-nyatakan
Bahwa semua membawa karya

Karya hati yang telah di buat sebagai fiksi
Dan kisah yang pernah bertamu
Kini menjadi pengingat waktu
Bahwa hidup tidak selamanya menandu
Akan ada saat dimana semua itu berlalu

Kisah itu menjadi cermin
Yang membiaskan kebaikan dan keburukan
Memantulkan wajah kehidupan pada dunia yang pasti berubah

"Waktu akan berlalu, sehingga usia tidak lagi muda, mengapa harus di campakan waktu yang seakan sempit dan tidak panjang itu" (Hidup seakan sia-sia)

Hony
Dec 08-2016


LENTERA RINDU

Semilir angin redupkan
Kerlip sinar yang memijar
Sejenak suasana temaram
Sekejap udara pun lembab
Samar begitu menakutkan
Sepoi terasa dingin menusuk
Gigil pori-pori melecuti
Hidung wangi aroma hujan yang kental

Angan mengendus ribuan kunang-kunang
Yang mengejar bayang-bayang ilusi kelam
Semakin tajam bau kenangan yang mencium
Rasa gemetar seluruh sendi-sendi
Raung gema ketakutan menggelegar
Seakan petir yang menghantam langit siang
Di atas kekalutan hati yang menginginkan kedamaian
Lentera redup di ujung senja
Melampionkan cahaya lembayung
Yang samar, yang temaram
Tertiup rintihan langit gari-garis hitam

"Rindu itu seakan sinar yang temaram, di antara pijaran samar yang membias, memantulkan cahayanya walau terbius angin memadamkan"

Hony
Dec 08-2016


RINDU  MADU / PELURU

Masih saja rindu ini menjadi peluru waktu,
yang basah ketika hujan menembus sudut mataku

Dimana sekeping harapan itu kini..
Masihkah utuh untuk kembali atau menjauh..?

Adakah berbunga mawar yang kau tanam itu,
atau mungkin telah jatuh layu di luas tandusnya waktu

Bilakah benar waktu ini kembali menjadikan rindu itu madu-
aku akan menjadi lebah yang tidak akan pernah menyengat siapa-pun yang mendekati-aku.

Hony.S
April, 20-2017
---------

Demikianlah puisi pantulan lentera rindu. Simak/baca juga puisi puisi yang lain karya Hony di blog ini. Semoga puisi rindu diatas dapat menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Saya Hanya orang biasa yang bersemangat mengenal dunia blogger, menyukai rangkaian kata. Tetapi tak terlalu mahir merangkai kata, karena sesungguhnya yang mahir merangkai kata dia seorang penya-