Puisi Rindu Semalu
Puisi Rindu Semalu
Puisi Rindu Semalu

Puisi Rindu Semalu

puisi rindu semalu kata kata tentang Rindu yang mendalam islami buat kekasih kerinduan merindu adalah bahasa cinta para pelaku cinta rindu serindu-rindunya

Puisi rindu semalu. Rindu merupakan perasaan sangat ingin dan sangat berharap kepada sesuatu hal yang dirindukan ataupun yang diinginkan. dan semua manusia yang berpikiran normal pasti pernah merasakan rindu, sebab rindu adalah bagian dari cinta sebagaimana di ketahui cinta adalah ketarikan dua pribadi yang menemukan kecocokan sehingga terjadi sebuah aksi/kegiatan aktif yg  berupa pengorbanan, empati, perhatian, kasih sayang, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, serta mau melakukan apa pun yg diinginkan objek yang dicintai atau pun yang dirindukan

Rindu semalu, judul dari salah satu puisi dikesempatan ini, dan apabila di terjemahkan menjadi bahasa umum maka bisa jadi artinya rindu yang malu-malu, malu tetapi rindu. Seperti semalu  ketika disentuh atau ketahuan dia akan malu namun ketika di tinggalkan dia kan kembali mekar seperti sebelumnya.

Didalam sebuah hubungan rindu atau kerinduan merupakan prihal yang wajar sebab rindu adalah tanda adanya ikatan dalam batin sehingga terkadang bagi mereka yang menjalani percintaan rindu merupakan ladang ingatan, rindu buat kekasih adalah surga kerinduan yang mendalam merupakan derita batin yang terkadang menjadi virus kegilaan efek dari cinta yang mendambakan sebuah pertemuan.

Mungkin begitulah sekilas tentang rindu, salah satu tema dari empat puisi campuran karya Ulianisa Apriliani, adapaun masing masing judul puisinya, antara lain.
  • Puisi ampun
  • Puisi ihwal kelilaan
  • Puisi rindu semalu
Rindu kerinduan ataupun merindu adalah bahasa cinta yang terkadang membuat para pelaku cinta, terkadang lupa siapa dirinya sendiri. Begitulah kura kura. yuk kia simak saja tiga puisi dari Aprilliani berikut ini, di mulai dari puisi berjudul ampun.

Ampun
Karya: Ulianisa Apriliani

Ampun ya tuan...
Lukismu
Hadir dengan guratan Indah
menyayat relung hati
semburat elok nan juwita
menyapa mesra melambai lambai
menoreh getir derita

Ampun ya tuan...
Majasmu anomali sangsi
ingin kudekap sajak rupawan
namun diksiku sumbang
kurangkai bait bait bait asmara
namun alurnya hambur bercerai-berai
kidungmu tak cukup memukau
syairmu gamang

Ampun ya Tuan...
awak segan bimbang dan tawar hati
abdi cabar hati ya tuan
menuruti nʌfsu birʌhi
Desakan Hasrat kian menggelora
Gairah fantasi kian paripurna

Ampun ya tuan...
Hamba bukan budak binʌl
Bukan pula sahaya tunak
Yang menngelinjang
Dan bahagia pada alpa
Menuruti gemilang gelimang ingkar
Tidak !!!
abdi punya religiositas

Ampun ya Tuhan..
Hamba tak selalu piawai memegang kendali
Bimbinglah hamba ke lencang adimarga
Hiraukan nurani ini ke mustakim
Tuntun ke arah pendar nur Lillah


Sajak Rindu dari Grobogan Sewu
Oleh: Ulianisa Apriliani

Sapaan tirta
Intim meluruh
Dari pesisir pelang
Putih kekuningan
Merempuh lekukan karst
Nan elok tersuruk
Hanyut meliuk-liuk

Gemericik
Kalbu rindu menggebu
Mengerosi kokoh
Tubir jiwa
Bias wajah
Kian menggelebah
Mencipta estuari
Binʌl birʌhi

Tajuk pohon
Anomali cahaya
Pancaran fatamorgana
Gemerisik dedaun
Sapaan bayu
Mencumbui palung jiwa

Jeram
Yang berderaian
Berambai-ambai
Memalar sungai
Berlinang kepesisir pantai
Alangkah elok juwitanya
Jenjam nan Syahdu


Ihwal Kelilaan
Oleh: Ulianisa Apriliani

Entah mengapa
Sebagian orang kurang peka
Bahwa hakikatnya
Kita tak pernah memiliki
Dan tak pernah berpunya

Tentang apapun
Bahkan segalanya
Kehidupan
Orang tua
Harta
Gelar dan jabatan
Dan orang yang senantiasa
Datang dan pergi
Mengisi hati kita
Menyisakan Elegi duka
Ataukah bahagia

Tentang hakikat melepaskan
Dan mengikhlaskan
Adalah dua hal yang serasi
Makna dari 'datang'
Yang pada masanya akan 'pergi'
Makna 'pertemuan' dan 'perpisahan'
Perihal 'Awal' yang akan selalu ada 'Akhirnya'

Entahlah...
Bahwa sejatinya
Dalam hidup ini
Tak ada yang abadi
Kita Harus cukup tahu diri
Lila hati dan menyadari
Bahwa yang kita miliki
Hanyalah amanat Illahi


Rindu semalu
Oleh: Ulianisa Apriliani

Mega biru
Yang kisahnya mulai berarak
Menghamparkan 1001 hikayat
Yang tak pernah jemu

Tentang semalu
Yang melukis wajah kekasih hampanya
di kolong langit
Dengan nalurinya

Tentang semalu
Yang merajut sunyi
Dikerinduan kosong
yang tak pernah hilir
Tentang semalu
Yang meratapi bayang hambar
Dan sesekali mencumbuinya

Meratapi dan Mereka ulang adegan -adegan sesalan
Yang kini hanya tinggal kepingan riwayat
Menelungkup
Luruh tersapu iluh
-----------------

Demikianlah puisi rindu semalu, Simak/baca juga puisi rindu yang lain di blog ini, semoga kata kata tentang rindu diatas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Saya Hanya orang biasa yang bersemangat mengenal dunia blogger, menyukai rangkaian kata. Tetapi tak terlalu mahir merangkai kata, karena sesungguhnya yang mahir merangkai kata dia seorang penya-