Puisi di kala bintang tak berkelip
Puisi di kala bintang tak berkelip
Puisi di kala bintang tak berkelip

Puisi di kala bintang tak berkelip

Puisi di kala bintang tak berkelip puisi bintang kata kata tentang mengapa terbaik indah lentera status tak terbenam pikir-pikirlah dan bulan malam kejora anak jatuh kekasih bercahaya purnama

Puisi di kala bintang berkelip. Berbicara tentang bintang maka yang terlintas adalah benda langit yang bersinar di malam hari, yang biasanya ketika suasana malam bintang yang nampak bercahaya, di temani bulan, dan umumnya ketika bintang dan bulan bercahaya berarti susana malam yang terang benderang tanpa adanya awan atau yang menutupi langit malam.

Sebagaimana diketahu pengertian bintang adalah benda langit atau gugusana  planet yang terdiri atas gas yang menyala seperti matahari, atau objek luar angkasa yang menghasilkan cahaya sendiri, yang tampak pada malam hari. Kata kata tentang bintang yang sering kita jumpai dalam puisi seperti bintang kejora. binta malam, bintang cinta bintang untuk kekasih, bintang jatuh dan lain lain sebagainya,

Berkaitan dengan kata tentang bintang, salah satu dari lima judul puisi dikesempatan berjudul puisi di kala bintang tak berkedip, puisi ini mewakili judul puisi yang lain dihalaman ini, adapun masing masing judul puisinya antara lain.
  1. Puisi pikir-pikirlah
  2. Puisi status
  3. Puisi lentera
  4. Puisi di kala bintang tak berkelip
  5. Puisi tak terbenam
Bagaimana cerita dan makna dibalik rangkaian bait bait kelima puisi karya dari Siamir marulafau, tersebut, untuk lebih jelasnya silahakn disimak saja puisinya dibawah ini, di awali dari puisi pikir- pikirlah, berikut ini puisinya

PIKIR-PIKIRKLAH
siamir marulafau

Di suatu masa akan Kutunggu
Jika insan sadar akan dosa
Bertaubat sebelum mentari terbit ke barat
Senjamu tak berarti ....

Seekor lalat pun tak akan hinggap
Jika kebajikan terlebur di sungai tak bertepi
Terkubur di tanah gersang
Pintu surga-Ku tak akan terbuka

Menanti dirimu di gudang bara api menyala
Menjadi arang selamanya

sm/06/07/2017


STATUS
Siamir Marulafau

Syair tak berjalan di atas api
Menggema di tanah air
Membidik lara setiap insan
Melewati pagar berduri

Tak akan menusuk dinding
Tertera pada buletin
Semula tergiur menawan hati
Ongkos terukir dengan mulut manis

Penyair terkecok
Janjimu mulus semulus salju
Menawan di lereng bukit
Entah apa dan mengapa berdusta?

Kurator merangkul nilai
Tak bersalah menitipkan tinta sejati
Tersenyum di kala syair dan penyair terhempas
Berpeluk dada menimbamg kasih

Teman sejawat menjerit
Di saat angin badai menghempaskan bahtera
Tenggelam,tak berteduh di pinggir pantai

Uang kertas hanyut
Entah ke mana mengadu nasib
Tak ada mau tahu
Barangkali sastrawan bagaikan bangkai

sm/
15/07/2017


LENTERA
Karya :siamir marulafau

I.
Sebuah lentera kulihat
Becahaya memupuk rasa haru
Cahayanya membiaskan harapan
Tapi tak bisa dirangkul
Panasnya luar bisa
Menyengat dalam jiwa

II.
Lentera tak bisa digeser
Akan membakar semua jiwa
Meskipun disiram-siram tak akan padam
Jika nyalanya dibuat tak senyum
Cahayanya tak memudar

III.
Lentera tak akan kuhidupkan lagi
Asapnya masih berbau
Menyelimuti tingkah laku
Tak akan membaur di segala penjuru
Menusuk sendi-sendi kehidupan
Tak bagiakan air mengalir
Memberi kesegaran di muka bumi

IV.
Meskipun memakai semprong
Nyalanya masih utuh
Menyebar ke langit biru
Sinarnya mencuat di ufuk barat
Petanda hampir kiamat
Makhluk-makhluk tak terarah
Saling injak-menginjak
Menceloteh ke mana-mana

V.
Apakah lenteranya dihembus?
Takut-takut apinya menyambar
Semut-semut akan terbakar
Jika demikian, kusiramkan dengan air
Akan menghempaskan harapan di bumi
Tak akan berarti
Tahan-tahankan sampai tercebur dalam api
Terkapar,terkapar,terkapar
Hanya menghitung jumlah syair 1 sampai V

sm/10/02/2017


DI KALA BINTANG TAK BERKELIP
  siamir marulafau

Aku hanya menyimpan rahasiaku padamu
Di kala galauku terselubung dalam relung
Membuat sinar tak lagi benderang
Meskipun kugapai sampai ujung dunia

Dan semua rahasia kita lukiskan tenggelam
Tak akan bisa diselam
Dangkalnya air lautan tak akan dapat mengukur kasih dan cinta kusemai di celah daun-daun rapuh terbang

Hanya bayangan wajah memecah lubuk hati mendalam
Tak lagi bisa dicantolkan ke dalam air sumur tua tak berkeruh
Di kala sinar lembayung menghilang
Apa dayaku?

Bukan aku khilaf menyematkan tanda kasih padamu
Tapi setetes pesan telah sirna ditelan bayangan rembulan malam
Di saat aku mendendangkan syair tak berbait
Semua pembaca akan tertegun di kala seruling syair menggema

Senantiasa akhir hayatku akan tak terpatrik lagi dengan belaian kasih mesra
Dirundung malam tak berbintang
Dan tak satu pun kelip bintang berbincang
Mengapa aku hanya bergelora di atas awan memecah

Di kala bumi tak menampung air mataku
Menetes di atas kain sutra berhias emas
Hanyalah Tuhan tahu celah-celah daun rimbun menyelimuti sukadukaku
Kesekian lama terpendam di atas ranting cemara memukau

Mengering,mengering berpuluh tahun sudah
Tak menggubris wajahku
Sungguh lelah raga dan batin tertekan dengan tumpukan kayu membakar kalbu
Di keheningan malam kelam tak berujung

sm/06/08/2017


TAK TERBENAM
siamir marulafau

Renungan terdampar di atas dedaunan
Pohon tak akan tumbang
Kasih tak terbenam
Tak akan sirna di temaram malam

Meskipun grimis tercurah
Akan tertampung di lereng pegunungan
Tak mengalir di muara
Hanya kasih kutitipkan

Sepanjang mentari tak membakar
Biarkanlah sinarnya membias
Jika hati sanubari tak mencela
Terukir sampai akhir zaman

sm/14/07/2017
------------

Demikianlah puisi di kala bintang tak berkelip. Simak/baca juga puisi yang lain di blog ini, semoga kelima puisi diatas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Saya Hanya orang biasa yang bersemangat mengenal dunia blogger, menyukai rangkaian kata. Tetapi tak terlalu mahir merangkai kata, karena sesungguhnya yang mahir merangkai kata dia seorang penya- .