Puisi dikala dia berkata
Puisi dikala dia berkata

Puisi dikala dia berkata

Puisi Dikala dia berkata bijak Harap menabur suka Akhirnya kita ramu Selaksa mata restui kita berdua sajak sajak rembulan purnama bimbang menentukan pilihan hati dengan sikapmu dan ragu dilema kata mutiara harus bagaimana

Puisi dikala dia berkata. Maksud dari kalimat ini jika merujuk pada kosakatanya adalah pembicaraan antara dua orang yang mencerikatakan seseorang, dikala dia berkata,atau ketika dia berucap. Sebagiman di ketahui kata dia, dalam ucapan sehari- hari adalah adalah sebutan kepada orang yang ketiga dalam pembicaraan, yang di ceritakan. agar lebih jelas lagi maksud dari puisinya, di simak saja setelah ulasan ini.

Dikala dia berkata, satu dari dua puisi di kesempatan ini, adapun masing masing jdul puisinya antara lain.
  1. Puisi dikala dia berkata
  2. Puisi teruntuk dia,
Salah satu penggalan baitnya. "dia akan lebih bijak dari appolo di ujung temu Harap menabur suka Akhirnya kita ramu Selaksa mata restui kita berdua di bawah sajak-sajak rembulan, keagungan mu mengalahkan dewi sri". Selengkapnya dari bait ini, disimak saja puisinya berikut ini.

DIKALA DIA BERKATA

Perempuan dikalah dia marah dia lebih sʌdis dari pasukan perang dewa ares
perempuan di sa'at dia nyaman dengan seseorang
Dia akan sangat angun bagaikan aprodhite

Dikala dia berkata
dia akan lebih bijak dari appolo
. ..Perempuan !! Sa'at kau berikan perhatianmu kau akan lebih mulia
dari lautan ,, lautan yang menampung segalah ke resahan

kau pengimbang dunia
kau laksana tanah yang slalu melaksanakan tugasnya
kau bagaikan merpati
yang slalu setia menemani
wanita keagungan mu mengalahkan dewi sri dalam kitab purana....

Kau bagaikan awan
yang slalu mencerahkan pemandangan
kau laksana puja
yang di puji setiap insan
karenakau falsafah ku
karena itu ku katakan itu untukmu

dia

Teruntuk Dia
Penyair Kecil

Sore mesra diracun air mata
Duduk menyusun ruang menghapus musim
Antara kita di pelarian angin musim dingin
Sungguh aku tertulis di pembuka malam
Aku yang mengajakmu mengenalkan sekuntum mawar

Di tengah taman yang meracun hati
Ku simpam peristiwa ini
Dalam sekelumit tanda maya darinya
Untukmu yang mearacuni dua hati dalam seikat tiga cinta
Antara dia, kau dan aku

Jakarta 29 April 2015.

Demikianlah puisi di kala dia berkata . Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya yah... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label aneka puisi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Saya Hanya orang biasa yang bersemangat mengenal dunia blogger, menyukai rangkaian kata. Tetapi tak terlalu mahir merangkai kata, karena sesungguhnya yang mahir merangkai kata dia seorang penya-